Sabtu, 11 Juni 2022

Nila Goreng Sushi

"Ingat, aku tidak akan kembali ke rumah ini apabila ibuku juga belum kembali!" ujar suaminya.

"Mas, ibu pergi karena maunya sendiri, bukan aku yang mengusirnya." jawab istrinya.

brak...suara pintu rumah dibanting dan suaminya pergi meninggalkan istrinya. Percakapan sinetron yang tidak sengaja kutonton. seru juga ceritanya, mengisahkan tentang kehidupan rumahtangga, dimana sang istri tidak menginginkan ibu mertuannya tinggal serumah bersama mereka. Inti ceritanya seperti itulah yang kutebak karena aku tidak menontonya secara utuh.

Dari dapur terdengar ada benda yang terjatuh, aku bergegas kesana ternyata benar, piring yang berisi ikan goreng telah dijatuhkan oleh Si Rambo. Selesai masak, aku lupa menyimpan ikan tersebut di lemari makan. Rambo adalah kucing kesayangan kami sekeluarga. Kenapa di panggil Rambo karena badannya besar, hitam, dan kuat seperti Rambo yang di film. Rambo terbiasa dengan makanan kucing siap saji tapi entah mengapa ikan goreng tersebut bisa jatuh. Pikirku Si Rambo pasti sedang mengejar sesuatu, entah itu cicak atau kecoak.

Seperti hari biasanya, pagi tadi aku sudah menyiapkan masakan untuk makan siang. Hari ini aku memasak ikan nila goreng yang sudah dibumbui, sambal terasi, dan sayur bayam. Setelah melaksanakan salat zuhur, perut terasa lapar, wajar memang sudah waktunya makan siang. Kuambil piring lalu kumasukakan beberapa sendok nasi. duduk manis di meja makan, kubuka tudung saji. Kutuangkan sambal, sayur, dan sepotong ikan ke dalam piring. Lalu kunikmati makan siang hari ini. Nikmatnya luar biasa.

Sebenarnya di rumah aku berdua dengan anak gadisku, namun tetap makan siang sendirian. Maklumlah selera kita berbeda. Anakku kurang suka makan ikan, padahal menurutku enak. Setelah kupanggil berulang kali, anakku tetap tidak mau makan, ya akhirnya karena lapar kunikmati sendiri saja masakan yang kubuat.

Dari luar rumah terdengar suara seseorang memanggil.

"Pesanan Mbak Anin." Katanya.

Lalu aku berteriak memanggil anakku.

"Anin, ada yang memanggil di depan." Ujarku

"Iya ma." Sahut anakku.

Anin berlari ke depan, sesaat kemudian dia ke dapur dengan membawa makanan yang dipesannya. 

Aku bertanya, "Apa itu nak?"

"Sushi, ma. enak" Jawabnya.



Aku hanya bisa tersenyum dan berujar "Makanan khas kita enak-enak nak dibandingkan sushi."



#TantanganOmjayharikedua#


Jumat, 10 Juni 2022

Mengelola Majalah Sekolah


Ucapan salam dan sapaan disampaikan oleh Bu Mutmainah, yang biasa disapa Emut, beliau berasal dari Lebak Banten. Luar biasa, ternyata beliau alumni BM PGRI gelombang 24 dan telah menghasilkan buku solo. Beliau akan membersamai peserta gelombang 25 dan 26 pada pertemuan ke sebelas dan akan memandu kegiatan ini sampai selesai. 

Widya Setyaningsih, S.Ag. seorang guru di MI Khadijah Malang, beliau juga alumni BM 21. Kariernya melesat, hingga malam ini beliau hadir sebagai narasumber untuk berbagi ilmu dan pengalamannya di bidang majalah sekolah. Beliau tidak saja handal sebagai narasumber tetapi beliau juga sebagai moderator, kurator, penulis, dan editor. Benar-benar luar biasa, muda dan energik. Beliau juga sebagai pimpinan redaksi majalah sekolah yang bertajuk KHARISMA di MI Khadijah Kota Malang. 

Ayo berkenalan dengan majalah!

Majalah adalah terbitan berkala yang isinya meliputi berbagai liputan jurnalistik, pandangan tentang topik aktual yang patut diketahui pembaca. (Kamus Besar Bahasa Indonesia)

Menurut waktu penerbitannya, ada majalah mingguan, bulanan, dan bahkan tahunan atau sebagainya.

Berdasarkan isinya, ada majalah berita, anak-anak, wanita, remaja, olahraga, sastra, ilmu pengetahuan, kecantikan, dan lain sebagainya.

Apa pula majalah sekolah, yaitu majalah yang dikelola, di buat, dan diedarkan dikalangan sekolah atau dengan kata lain dari sekolah dan untuk kalangan sekolah.

Ayo kita lihat, bagaimana Bu Widya Setyaningsih, S.Ag. Mengelola Majalah Sekolah?

Bukan waktu yang singkat, 13 tahun sudah majalah Kharisma lahir bahkan sempat vakum selama dua tahun. kemudian terbit lagi tentunya dengan tampilan yang sangat sederhana. Sangat berbeda dengan dengan tampilan dan isinya yang sekarang, lebih menarik, keren, berwarna, dan dicetak .
















Jadikan sekolah Anda semakin popular dengan hadirnya majalah sekolah. Naiklah tangga mulai dari tingkat paling bawah, sebelum mencapai puncaknya. Siapa yang berhenti berusaha ketika menghadapi kegagalan, berarti dia telah gagal. Salam Literasi.


Tekwan PATBA

        Masih gelap gulita, ya lampu dirumahku padam. Sebenarnya cuaca baik-baik saja, tidak hujan apalagi petir, tapi entah apa yang menyebabkan lampu pagi ini padam. Waktu telah menunjukkan pukul 06.10 wib, lampu belum menyala juga, sehingga aktivitaspun terhambat. Ketika kubuka tirai jendela, ternyata di luar sudah mulai terang. Kemudian aku bergegas menuju kamar mandi.

          Selesai mandi, aku bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah karena pagi ini ada jadwal mengawas ujian, yang dimulai pukul 07.30 wib. Tanpa sengaja terlihat jam dinding telah menunjukkan pukul 07.10 wib, waduh... berarti aku hanya punya waktu 20 menit untuk sampai ke sekolah. Biasanya kalau sudah diatas pukul 07.00 wib lalu lalang kendaraan begitu padat, semua pengendara seperti pembalap saja atau seperti orang yang kebelet buang air besar. 

         Bismillahhirrohmanirohim, kuhidupkan mesin kendaraan lalu ikut meramaikan kendaraan di jalan raya, berpacu dengan kendaraan dan waktu. luar biasa pagi ini, aku harus bisa menyesuaikan diri dengan semrawutnya kendaraan yang sedang melaju. Ada rasa cemas juga karena biasanya aku berangkat ke sekolah lebih pagi, dimana kendaraan tidak merayap sepadat ini.

         Sesampainya di sekolah, kuparkirkan kendaraan, suasana agak lengang mengingat waktu ujian sudah dimulai. Kucepatkan langkah langsung menuju ruang panitia untuk mengambil map yang berisi daftar hadir dan berita acara pelaksanaan ujian beserta kunci ruangan. Sebenarnya ada rasa malu karena datang terlambat, tapi gara-gara lampu padam tadi pagi, yah beginilah jadinya.

            Kupercepat langkah menuju ruangan ujian, koridor sepi, semua sudah berada di ruangan ujian masing-masing. Dari kejauhan tampak beberapa orang siswa masih berdiri di luar ruangan menunggu aku datang. Sesampai di depan ruangan ujian, kubukakan pintu dan kupersilakan mereka masuk dan duduk di tempatnya masing-masing. 

"Sebelum ujian dimulai, silakan disiapkan dan berdoa," kataku.

Kemudian aku memerintahkan mereka untuk membuka aplikasi ujian diandroidnya masing-masing. Maklumlah sekarang ini hampir semua sekolah melaksanakan ujian berbasis android, termasuk sekolahku. 

"Apakah semua sudah siap?" aku kembali berujar. 

Kalau sudah siap, silakan isi token dan kode verifikasinya. Suasana kelas mulai senyap, semua siswa serius melaksanakan ujian. Alhamdulillah pelaksanaan ujian berjalan lancar, aman, dan terkendali. Hari ini adalah pelaksanaan ujian hari ke-5. Sesuai dengan jadwalnya, aku mengawas pada sesi pertama ada dua mata pelajaran yang diujikan. Untuk mata pelajaran pertama dimulai pukul 07.30 s.d. 08.30 wib dan dilanjutkan pada pukul 08.45 s.d. 09.45 wib untuk mata pelajaran kedua.

            Gemuruh kecil terdengar dari dalam perut, menandakan sesuatu. Lapar dan haus karena tadi pagi tidak sempat sarapan. Wajar saja kalau ada pemberontakan di dalam perut, sekarang telah menunjukkan pukul 10.00 wib. Untungnya selesai mengawas ujian, para pengawas disuguhi makanan yang menunya berbeda-beda setiap harinya. 

            Tekwan adalah menu hari ini, aromanya sangat menggugah selera, entah karena lapar atau memang masakannya yang enak, mari dicoba. 

"Bapak dan Ibu yang mau makan tekwan dipersilakan." kata panitia konsumsi.

Mendengar perintah demikian, aku langsung saja mengambil sepiring tekwan yang sudah disaji beserta kuahnya. Kuahnya dibungkus plastik, panasnya masih terasa karena baru diantar. Konsumsi yang disediakan oleh panitia dipesan dari para pedagang makanan yang biasanya mangkal di kantin sekolah, makanya makanannya serba berbungkus.


Kubuka karet pembungkusnya dan kutuangkan kuah ke piring, tak lupa kumasukkan sejumput cabai dan kecap manis untuk menambah kelezatannya. Luar biasa nikmatnya, pas lagi lapar, pas ada tekwan. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan, gumanku dalam hati. Alhamdulilah rezeki hari ini.


#TantanganOmjayharike-1#



Rabu, 08 Juni 2022

Kiat Menulis Cerita Fiksi


        Pukul 09.13 wib notifikasi gawaiku berbunyi menandakan ada pesan masuk. Tidak salah lagi, pesan yang dikirim oleh Bapak Sigit untuk peserta BM PGRI gelombang 25 dan 26. Sebelum kegiatan dimulai nanti malam, silakan peserta untuk menonton video tentang materi "Menulis Cerita Fiksi itu Mudah," melalui link https://www.youtube.com/watch?v=dXX9RWxT_u8. Setelah menonton, siapkan beberapa pertanyaan terkait dengan isi vodeo tersebut.

        Sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, kegiatan pada pertemuan ke-10 dimulai. Seperti biasanya aktivitas grup ditutup, hanya moderator dan narasumber yang dapat aktif agar kegiatannya lebih tertib. Sapaan santun penuh keakraban disampaikan oleh moderator, yaitu Bapak Sigit Purwo Nugroho, beliau adalah tenaga pendidik di salah satu SMP Negeri di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Dilanjutkan dengan doa bersama sebelum kegiatan dimulai.

            Narasumber yang akan membersamai peserta BM PGRI malam ini adalah Bapak Sudomo, S.Pt. mari kita intip siapa sebenarnya beliau, pengalaman dan prestasi apa saja yang pernah diraih. Pastinya segudang dan segunung prestasi beserta karyanya. Nah ini dia, karya-karyanya luar biasa semoga menjadi inspirasi saya untuk menulis buku fisik, seperti tema kegiatan "Kiat Menulis Cerita Fiksi."


Narasumber memulai kegiatan dengan salam dan sapaan kepada peserta kegiatan serta menyampaikan alur pembelajaran, yaitu

1. Mulai dari Diri
    Pada alur ini peserta diminta untuk menuliskan pengalaman belajar menulis cerita fiksi walaupun belum pernah, silakan tetap menulis. Pengalamannya dapat berupa kendala, keseruan, ketertarikan, dan lain sebagainya. Niat adalah syarat untuk terus belajar menulis. Ide dapat menyesuaikan dengan tren atau hal yang disukai dan dikuasai. Komitmen untuk menyelesaikan tulisan juga sangat penting.

2. Eksplorasi Konsep
       Pada bagian ini silakan tonton dan cermati kembali video pembelajaran menulis fiksi itu mudah  di https://youtu.be/dXX9RWxT_u8. Catatlah hal-hal yang dianggap penting untuk bahan diskusi pada alur berikutnya.

3. Ruang Kolaborasi
      Pada alur ini, berdasarkan pemahaman peserta, maka akan dilakukan kolaborasi menulis cerita fiksi. Narasumber memberikan beberapa kalimat pembuka, silakan peserta melanjutkannya dalam beberapa kalimat saja.

Contoh kalimat pembuka:
"Aku tidak mau! terdengar suara memecah gelapnya malam. Sesaat setelahnya menghilang. Hanya angin memenuhi pekat malam. Sepertinya aku mengenali suara itu. Itu adalah suara ...

Contoh kalimat lanjutannya:
Itu adalah suara petir di tengah malam yang membuat buku kuduku merinding, langsung kudekap ketiga anakku agar mereka merasa nyaman. Setelah beberapa saat kemudian hujan deras mengguyur pelataran rumah disertai dengan kilat petir yang menyambar-nyambar (Roudhotul Jannah, Jatim, Gelombang 25)

Cerita tersebut mengandung unsur-unsur pembentuk cerita fiksi, ada tema, penokohan, alur, sudut pandang, dan latar,

4. Demontrasi Kontektual
    Pada alur ini, kita kembali mencerna tentang materi terkait, terutama mengenai premis. Premis adalah ringkasan cerita yang berisi tokoh, tantangan, dan resolusi. Seperti contoh cerita pada alur tiga di atas, maka dapat kita tentukan premisnya, yaitu: tokohnya aku, tantangan suara petir, resolusi mendekap ketiga anakku. Kenapa harus membuat premis karena akan memudahkan dalam pengembangan cerita dan membantu agar tidak keluar dari jalurnya atau sebagai rambu-rambu utama dalam penulisan.

5. Elaborasi Pemahaman
        Pada alur ini kita akan menggarisbawahi hal-hal penting yang akan menjadi catatan bersama dalam menulis sebuah cerita fiksi, yaitu:
1) Alasan harus menulis cerita fiksi, selain AKM, kita akan menyembunyikan dan menyembuhkan luka.
2) Bentuk cerita fiksi diantaranya dapat berupa fiksimini, flash fiction, pentigraf, cerpen, dan novel.
3) Unsur pembangun cerita fiksi meliputi tema,, premis, penokohan,latar, sudut pandang, dan alur.
4) Kiat menulis fiksi adalah 
     a) Niat dan komitmen yang kuat untuk belajar
     b) Membaca karya fiksi karya orang lain untuk menemukan gaya penulisan, ide cerita, dan teknik              penulisan.
    c) Ide dan genre cerita carilah yang disukai dan dikuasai
    d) Membuat otline atau kerangka karngan agar cerita tidak melebar kemana-mana.
    e) Mulai menulis, melakukan swasunting, setelah selesai menulis, lanjutkan mempublikasikannya.

6. Koneksi Antarmateri
        Silakan melengkapi keterkaitan antarmateri dengan tujuan agar mendapatkan pemahaman secara menyeluruh.

7. Aksi Nyata
        Silakan peserta menulis resume hasil belajar tentang Kiat menulis Cerita Fiksi.
            
    Cara menulis fiksi dengan mudah dan menyenangkan adalah dengan terus mencoba, memulai menulis dan menyelesaikan tulisan tersebut. Nikmati tiap tahap penulisannya sebagai proses kreatif. Syaratnya mengandung unsur yang baik, misalnya alurnya harus jelas, awal, tengah, dan akhirnya menarik, membuka cerita dengan menarik, mengembangkan konflik dengan baik, dan menutup cerita dengan baik pula. 

        Mari semangat belajar menulis fiksi dan menulis fiksi. Belajar secara terus menerus akan menjadikan kita seterusnya sebagai pembelajar. Salam Literasi.




                 
 

Senin, 06 Juni 2022

Menulis itu Mudah

      Sapaan salam dan doa disampaikan oleh moderator pada pada pertemuan ke-9 BM PGRI gelombang ke-25. Kegiatan diawali dengan doa bersama. Dail Ma'ruf, M.Pd. itulah nama lengkap moderator yang memandu kegiatan ini, beliau biasa di sapa Pak Dail. Ucapan terima kasih juga beliau sampaikan kepada Om Jay dan tim solid Om Jay atas kesempatan dan menghasilkan banyak karya buku serta selalu siap untuk berkolaborasi.

        Menulis itu mudah, kata siapa?

        Pasti penasaran, siapa ya. sebelumnya mari kita berkenalan dengan narasumber yang luar biasa dengan segudang karya dan prestasi, beliau adalah Prof. Dr. Ngainun Naim. beliau menyampaikan salam dan dibalas oleh moderator. Sebagian besar menyatakan menulis itu susah dan sulit. Kenapa prof. menyatakan menulis itu mudah, seperti tema kegiatan " Menulis itu Mudah."

Ternyata kata prof. menulis itu mudah, tentu ada prasyarat yang harus dilalui dan dipenuhi. Apa saja prasyaratnya?

1. Bisa Membaca

       Nah, kalau ini mudah, semua pasti bisa membaca. Pastinya syarat pertama sukses dan lulus. Perlu diingat membaca bukan sebagai kemampuan tetapi menjadi kegiatan rutin dan kontinu yang  akhirnya menjadi suatu kebiasaan yang membudaya. Membaca itu syarat menulis, sebaiknya setelah  membaca tulislah beberapa kalimat penting atau buatlah kesimpulannya.

2. Praktik Menulis

           Menulis itu dunia praktik kata Prof. Ngainun, siapa yang ingin menjadi penulis ya harus menulis. Biasakan untuk segera menulis, jangan pikirkan tulisannya jelek atau kurang bermutu, hal ini untuk menyimpan atau mengikat pengetahuan atau pengalaman yang kita tulis tidak hilang atau terlupakan. Tulisan yang ditulis dapat berupa apa saja, misalnya kegiatan yang dilaksanakan sehari-hari, kisah perjalanan/wisata, makanan kesukaan, dan lain sebagainya. Agar tulisannya lebih menarik tambahkan dokumentasi pendukung, seperti foto atau video.

3. Tahu Apa Yang Ditulis

        Menulis pengalaman, perjalanan, dan kegiatan harian yang dilakukan sendiri lebih mudah dan menguntungkan karena dialami oleh diri sendiri. 

4. Nikmati Proses Menulis

          Segala sesuatu yang benar-benar dinikmati dari hati dengan ikhlas akan terasa mudah, begitu pula dengan menulis, nikmati saja alur dan prosesnya sampai akhirnya menjadi sebuah tulisan. Pada dasarnya menulis tidak perlu selesai sekali jadi, yang penting happy, konsisten, dan komitmen. Tulisan yang di tulis juga boleh dicicil seperti kreditan, yang penting cicilan tulisannya selesai dan lunas. Apabila ada tulisan yang keluar jalur tinggal di edit dan diperbaiki.

5. Ngemil

            Ini yang saya suka, pas benar prof. asal happy dan konsisten serta ditambah dengan makanan ringan yang dipadu dengan secangkir teh hangat dapat menambah kekuatan untuk menyicil ataupun menyelesaikan sebuah tulisan. 

Kapan sebaiknya menulis?

Usahakan menulis di pagi hari, kira-kira 30 menit secara konsisten setiap hari karena saat subuh, tubuh lebih segar di bandingkan dengan malam hari. Memulai menulis harus dipaksakan karena menulis itu sendiri berkaitan dengan rasa dan benar-benar disukai. Semua butuh proses, semakin sering menulis makin bermakna kata-katanya.

Tulisan yang baik itu, memiliki kriteria berikut:

1. Tulisannya jelas, mudah dipahami dan tidak menimbulkan tafsiran ganda

2. Sinkron antarparagraf

3. konsisten dalam ide

4. Taat aturan penulisan

Closing statement Prof. Dr. Ngainun Naim "Menulis itu mudah. Kuncinya kita yang membuatnya mudah. Mari Menulis. jangan hanya berpikir tentang menulis tetapi mari praktik menulis."

Menulislah dengan kepolosan dan kejujuran hati serta kesederhanaan pemikiran. Itulah mata pena dan tinta akan memberikan sikap yang baik bagi kata-kata. Salam Literasi.

    

Jumat, 03 Juni 2022

Komitmen Menulis di Blog


        Bismillahirrohmanirrohim, salam, sapaan santun, dan doa untuk peserta BM PGRI gelombang ke-25 pada pertemuan ke-8 agar selalu sehat dan tetap semangat disampaikan Bu Raliyanti sebagai moderator untuk memulai kegiatan pelatihan malam ini. Beliau juga mengingatkan untuk mengisi daftar hadir. 

        
        Salam dan doa disampaikan juga oleh Bapak Drs. Dedi Dwitagama, M.Si. sebagai narasumber pada pertemuan ke-8. Berprofesi sebagai pendidik, pernah menjadi kepala sekolah dibeberapa SMK Negeri di Jakarta, dan beliau juga seorang trainer dan motivator bidang pendidikan, dan segudang profesi lainnya. Prestasi beliau sangat luar biasa, banyak sekali, diantaranya juara 3 kepala sekolah berprestasi tingkat DKI Jakarta tahun 2008, nominator 16 blog pendidikan tingkat nasional pesta blogger Indonesia tahun 2011, juara 1 guru berprestasi tingkat DKI Jakarta tahun 2004, wakil Indonesia pada Academic Leadership Training For School Principal UNESCO, di Seoul Korea Selatan tahun 2012, dll. Segudang pengalaman berorganisasi perlu diteladani dan diacungkan jempol.

      Serasa mimpi malam ini dipertemukan dengan narasumber seperti Pak Dedi yang banjir pengalaman dan prestasi. Harapan, mudah-mudahan mimpi itu menjadi nyata, bisa bersua dan bersilaturahmi dengan beliau. Insyaallah doa baik diijabah. Amim YRA. Yang lebih membahagiakan ternyata malam ini grup tidak dikunci, sehingga peserta bisa langsung bertanya kepada narasumber, tentunya tetap dengan arahan moderator.

        Komitmen adalah keadaan dimana seseorang menjalin hubungan keterikatan pada suatu hal, katanya Pak Dedi. Hal tersebut senada dengan tema malam ini, yaitu 'Komitmen Menuli di Blog." "Jawaban tertulis saya langsung di copy paste," ini adalah pengalaman seminar yang pernah beliau lakukan di WA grup. Hal tersebut menjadi pembelajaran bagi saya untuk tidak menjadi tukang foto kopi.

            Komitmen suatu hal yang relatif, setiap orang merasakan hal yang berbeda. Begitu juga apabila baru mengenal dunia blogger, ya harus happy, nikmati dan dipelajari. Gunakan kata-kata yang sering digoogling orang pada judul blog untuk menarik minat pengunjung. Menulislah di blog dengan hati dan ikhlas walaupun cuma berupa caption instagram, masalah ada atau tidak pengunjung dinikmati saja, hal itu biasa saja. ebenarnya menulis adalah hobi seseoarng yang apabila dilatih akan menjadi skill dan menghasilkan.  

Bagaimana tulisan di blog menarik dan banyak pembacanya? 
1. Tulislah topik-topik yang banyak dicari saat ini. 
2. Sering mengunjungi blog orang lain. 
3. Tulislah hal-hal yang sedang tren/viral dibicarakan. 
4. Banyak membaca tulisan orang lain agar  muncul ide dan dapat ditulis di blog dengan bahasa  sendiri. 

Blog juga bisa dihias agar terlihat cantik. silakan pilih tema yang ada agar disain yang diinginkan bisa terlihat indah. Kelolalah blog sesuai dengan selera masing-masing, sehingga menjadi ciri khas/karekter unik yang akan mendatangkan banyak pengunjung.   

     Dengan demikian dapat dikatakan bahwa komitmen bisa dibentuk melalui ketekunan dan pengelolaan blog. Setiap orang menikmati dan mengelola blog dengan caranya sendiri sesuai dengan usaha dan proses yang dilakukan.


Berani berkomitmen, maka berani pula menunjukkan keseriusan hati. Komitmen adalah hadiah terbaik yang perlu dinyatakan dalam bentuk fakta. Salam Literasi.


            

Kamis, 02 Juni 2022

Mengatasi Writer's Block

 


Pertemuan ketujuh malam ini bertepatan dengan peringatan hari lahirnya Pancasila. Dengan semangat juang, mari kita tingkatkan rasa nasionalisme dan rasa cinta tanah air melalui kegiatan literasi dan menjadi pegiat literasi di Indonesia.

Narasumber malam ini tentunya sudah ahli dan berpengalaman di bidangnya dan tak diragukan lagi, beliau selain masih muda juga memiliki segudang prestasi, bernama lengkap Ditta Widya Utami S.Pd.Gr. Beliau juga merupakan alumni BM PGRI Asuhan Omjay. Beliau berprofesi sebagai guru IPA di Kecamatan Cipendeuy, Kabupaten Subang. Ayo kita intip profil beliau melalui link berikut https://dittawidyautami.blogspot.com/p/profil.html. Tema malam ini dipopularkan pertama sekali oleh Psikoanalisis Edmund Bergler, yaitu tentang "Writer's Block."  Suasana menjadi hidup dan hangat di bawah bimbingan moderator  yang bernama Lely Suryani.

Apa itu Writer’s Block?

Menurut wikipedia writer’s block merupakan sebuah keadaan ketika penulis merasa kehilangan kemampuan menulis atau tidak menemukan gagasan baru dalam tulisan. Jadi seperti bertemu jalan buntu saat menuangkan ide menulis.

Writer’s block (WB) bisa dialami oleh siapa saja. Baik itu penulis senior atau yang masih pemula. Tergantung bagaimana penulis mampu mengatasinya dengan cepat. Seperti melakukan self healing terbaik sesuai kebutuhan sobat blogger.

Tanda-tanda writer’s block

1. Tidak bisa fokus

Akibat pikiran tidak fokus, melayang kemana-kemana, sehingga menuangkan ide menjadi tulisan menjadi terganggu.

2. Berubah pikiran setiap hari

Sebenarnya antara menemukan ide dan kondisi writer’s block ini sama, yakni bisa datang kapan saja. Akibat terlalu banyak ide penulis bisa terdorong untuk merubah tulisannya. Ini berdampak kesulitan penulis dalam menetapkan dan menulis ide mana yang lebih baik.

3. Sibuk melakukan observasi sebagai bahan tulisan

Melakukan pengamatan atau observasi sebelum menulis memang bagus, bahkan, hasilnya bisa memunculkan ide baru untuk ditulis. Tetapi terlalu sibuk observasi akan menghambat perkembangan tulisan dan membuat tidak fokus, yang akhirnya menyebabkan penulis membuang waktunya secara sia-sia

4. Terlalu sering mengkoreksi tulisan

Seperti perfeksionis, menginginkan tulisan yang sempurna, sehingga akibat terlalu sering memperbaiki tulisan penulis menjadi hilang semangat dan merasa tulisannya tidak layak untuk dibaca.

Penyebab Writer’s Block

Penyebab writer’s block pada seorang penulis berbeda-beda, tergantung bagaimana keadaan saat sedang menuangkan ide-idenya. Beberapa penyebab writer's block diantaranya, yaitu:

1. Mencoba metode/topik baru dalam menulis

Saat menulis terkadang kita ingin mencoba suatu topik atau sesuatu yang baru agar tidak berkutat pada hal-hal itu saja. Nah disini kita bisa terserang writer's block karena kita tidak tahu banyak tentang topik yang akan dibahas.

2. Membaca referensi tambahan

Mencari referensi bacaan dari berbagai sumber sangat disarankan dalam menulis. Semakin banyak membaca maka pikiran akan selalu update tentang informasi-informasi baru. Mempelajari teknik dan banyak berlatih menulis merupakan solusi terbaik untuk meminimalkan dampak writer's block.

3. Lelah fisik/mental

Saat kondisi fisik dan mental sedang tidak bersahabat tetapi kita memaksa tulisan harus diselesaikan, maka Ini menjadi salah satu penyebab writer's block. Solusinya tenangkan pikiran dan santai sejenak.

4. Terlalu perfeksionis

Setiap orang tentu ingin menghasilkan sesuatu yang sempurna. Untuk menghasilkan yang terbaik itu perlu tetapi tidak boleh terlalu perfeksionis karena kita harus mampu bersikap secara bijak.

Kadang-kadang kita merasa ragu dalam diri kita sendiri untuk menulis, apakah hal ini juga termasuk writer's block dan bagaimana cara mengatasinya?

Ragu dalam menulis termasuk salah satu ciri terkena writer's block. Cara mengatasinya, harus identifikasi dulu ragunya karena apa? Misal, jika ragu karena khawatir tidak sesuai EYD, kalimat tidak mengalir, atau hal lain terkait teknik menulis, maka bisa diminimalisir dg terus berlatih menulis. Sering mengecek KBBI, PUEBi misalnya. Tapi, bila ragunya karena khawatir dikritik teman, ragu karena takut dibilang jelek, atau apa pun yang kaitannya lebih ke psikologis, maka coba sedikit sedikit mulai share tulisan ke orang-orang terdekat. Bergabung dengan komunitas yang sama, seperti di grup ini. Bangkitkan dulu rasa percaya dirinya.

Bagaimana cara menghilangkan writer's block saat kita diharuskan menulis topik baru.

Sebaiknya membaca referensi terkait topik yang akan ditulis.  Lalu, minimal membuat tulisan dengan 5W1H. Teknik dasar jurnalistik.


"Kalau engkau ingin menjadi penulis, ada dua hal yang harus kau lakukan, banyak membaca dan menulis. Setahuku, tidak ada jalan lain selain dua hal ini. Dan tidak ada jalan pintas." (Stephen King)

Salam Literasi

Koneksi Antarmateri- Modul 3.1

Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin Oleh                : Farida Haryati PGP                 : Angkata...