Senin, 13 Juni 2022

Proofreeding Sebelum Menerbitkan Tulisan

 

Assalamualaikum wr. wb.

Tetap semangat pada pertemuan ke-12, tema kegiatan menulis selalu ditunggu-tunggu selain menarik, bermanfaat juga sangat informatif untuk peserta. Termasuk tema pada malam ini yaitu tentang "Proofreeding Sebelum Menerbitkan Tulisan." Kegiatan malam ini dipandu oleh Bu Nur Dwi Yanti, selaku moderator. Beliau juga merupakan alumni BM angkatan 24, seorang tenaga pendidik di  SD Negeri Muncul 03 Jawa Barat. 

Narasumber handal yang akan membersamai peserta BM 25 malam ini adalah Bapak Susanto, S.Pd. yang biasa di sapa Pak D. Beliau telah menghasilkan banyak sekali buku solo dan prestasi lainnya. Mari kita lihat apa saja yang beliau sampaikan tentang materi Proofreeding.

Apakah proofreeding itu?

Proofreeding atau uji-baca adalah membaca ulang sebuah tulisan dengan tujuan untuk memeriksa apakah terdapat kesalahan pada tulisan tersebut.

Mari kita simak kalimat berikut:

1. mengapa harus belajar menulis fiksi?

2. apa saja syarat menulis fiksi?

Kedua kalimat tersebut masih terdapat kesalahan, yaitu tidak menggunakan huruf kapital di awal kalimat. Sehingga kalimat  tersebut seharunya ditulis secara benar sesuai dengan PUEBI, yaitu:

1. Mengapa harus belajar menulis fiksi?

2. Apa saja syarat menulis fiksi?


Dengan melakukan proofreeding, kesalahan penggunaan huruf kapital, tanda baca, ejaan, penggunaan nama dan istilah, serta pemenggalan kata dapat diminimalkan. Memang benar semua itu adalah tugas seorang editor, tapi perlu diingat dengan kesalahan yang minimal tugas editor semakin ringan dan tulisan kita mendapat apresiasi yang baik, sehingga dibaca tuntas dan bisa lolos untuk diterbitkan.

Apa saja tugas seorang proofreader?

1. Membetulkan ejaan, tanda baca, istilah, pemenggalan kata, dan penggunaan huruf kapital.

2. Memastikan tulisan yang sedang di uji-baca bisa diterima logika dan dipahami. 

3. Membuat teks mudah dipahami pembaca dan tidak kehilangan substansi awalnya.

Mengapa harus melakukan proofreeding?

Agar tulisan yang diterbitkan kepada khalayak luas dapat diterima secara logika dan menghasilkan tulisan yang sesuai dengan kaidah penulisannya atau sesuai dengan PUEBI. Makanya kita harus melakukan proofreeding sebelum tulisan diterbitkan. Caranya bagaimana, dengan memastikan tulisan sudah jadi atau sudah selesai. Istirahat sejenak, lalu lakukan proofreeding, bersikaplan netral, nilailah karya secara objektif, dan bertindaklah sebagai calon pembaca melalui langkah-langkah berikut:

1. Merevisi draf awal teks. Membuat perubahan signifikan pada konten dan memindahkan, menambahkan, atau menghapus seluruh bagian.

2. Merevisi penggunaan bahasa. Revisi tersebut dilakukan terhadap penggunaan kata, frasa, kalimat, serta susunan paragraf untuk meningkatkan aliran teks.

3. Memoles kalimat. Hal ini untuk memastikan penggunaan tata bahasa yang benar, sintaks yang jelas, konsisten gaya, dan memperbaiki kalimat-kalimat yang ambigu.

4. Merevisi ejaan, pemenggalan kata, konsistensi nama, judul bab, dan penomorannya.

Hindari kesalahan kecil yang tidak perlu, misalnya kesalahan penulisan kata/typo, penulisan singkatan, pemberian spasi, pemakaian tanda baca (tanda koma, titik, seru, tanya, dll)


Kesalahan bukanlah kegagalan, tapi bukti bahwa seseorang telah melakukan sesuatu.

Membacalah Anda akan mengenal dunia lebih dekat. Menulislah, Anda akan dikenal dekat oleh dunia. -Madi Ar-Ranim. 

Dengan membaca, maka kita akan berperan sebagai proofreading dan dengan menulis kita akan menjadi seorang yang akan dikenang sepanjang hayat. 


Terima kasih Pak Susanto, S.pd. dan Bu Nur Dwi Yanti. Salam Literasi. 



Minggu, 12 Juni 2022

Ekspektasi yang Gagal

Karya Farida Haryati


Pertarungan spektakuler telah usai dilaksanakan

Para peserta telah menunjukkan kehebatannya

Ada yang membawa segunung sertifikat

Ada yang bergaya ilmuan handal

Ada yang hanya diam namun berprestasi

Ada yang menikmati sajian aji mumpung

Ada yang bersandar di kursi elit politik

Ada yang mengandalkan lembaran merah

Saatnya para pemenang menanti hasil

Dengan kecanggihan handphone

Diterbangkan berita pesta pelantikan

Kepada penjuru negeri persekolahan

Raja menunggu kedatangan pemenang

Semua berpakaian bak direktur bank

Menunggu pesta akbar dimulai

Tiba-tiba pengawal raja berbicara

Wahai para pemenang pesta dibatalkan

Pesta pasti akan digelar kembali

Waktunya ditentukan oleh para raja

Pesta yang dijanjikan tiba juga

Kali ini dengan musik yang berbeda

Tarian yang disuguhkan memuakkan

Lirik lagunya terdengar ganjil

Bagaimana mau nyaman dan berkualitas

kalau ujungnya gendangnya terpecah belah

Kalau akhirnya para raja pengendali irama


Jambi, 12 Juni 2022


#TantanganOmjayharike-3#





Sabtu, 11 Juni 2022

Nila Goreng Sushi

"Ingat, aku tidak akan kembali ke rumah ini apabila ibuku juga belum kembali!" ujar suaminya.

"Mas, ibu pergi karena maunya sendiri, bukan aku yang mengusirnya." jawab istrinya.

brak...suara pintu rumah dibanting dan suaminya pergi meninggalkan istrinya. Percakapan sinetron yang tidak sengaja kutonton. seru juga ceritanya, mengisahkan tentang kehidupan rumahtangga, dimana sang istri tidak menginginkan ibu mertuannya tinggal serumah bersama mereka. Inti ceritanya seperti itulah yang kutebak karena aku tidak menontonya secara utuh.

Dari dapur terdengar ada benda yang terjatuh, aku bergegas kesana ternyata benar, piring yang berisi ikan goreng telah dijatuhkan oleh Si Rambo. Selesai masak, aku lupa menyimpan ikan tersebut di lemari makan. Rambo adalah kucing kesayangan kami sekeluarga. Kenapa di panggil Rambo karena badannya besar, hitam, dan kuat seperti Rambo yang di film. Rambo terbiasa dengan makanan kucing siap saji tapi entah mengapa ikan goreng tersebut bisa jatuh. Pikirku Si Rambo pasti sedang mengejar sesuatu, entah itu cicak atau kecoak.

Seperti hari biasanya, pagi tadi aku sudah menyiapkan masakan untuk makan siang. Hari ini aku memasak ikan nila goreng yang sudah dibumbui, sambal terasi, dan sayur bayam. Setelah melaksanakan salat zuhur, perut terasa lapar, wajar memang sudah waktunya makan siang. Kuambil piring lalu kumasukakan beberapa sendok nasi. duduk manis di meja makan, kubuka tudung saji. Kutuangkan sambal, sayur, dan sepotong ikan ke dalam piring. Lalu kunikmati makan siang hari ini. Nikmatnya luar biasa.

Sebenarnya di rumah aku berdua dengan anak gadisku, namun tetap makan siang sendirian. Maklumlah selera kita berbeda. Anakku kurang suka makan ikan, padahal menurutku enak. Setelah kupanggil berulang kali, anakku tetap tidak mau makan, ya akhirnya karena lapar kunikmati sendiri saja masakan yang kubuat.

Dari luar rumah terdengar suara seseorang memanggil.

"Pesanan Mbak Anin." Katanya.

Lalu aku berteriak memanggil anakku.

"Anin, ada yang memanggil di depan." Ujarku

"Iya ma." Sahut anakku.

Anin berlari ke depan, sesaat kemudian dia ke dapur dengan membawa makanan yang dipesannya. 

Aku bertanya, "Apa itu nak?"

"Sushi, ma. enak" Jawabnya.



Aku hanya bisa tersenyum dan berujar "Makanan khas kita enak-enak nak dibandingkan sushi."



#TantanganOmjayharikedua#


Jumat, 10 Juni 2022

Mengelola Majalah Sekolah


Ucapan salam dan sapaan disampaikan oleh Bu Mutmainah, yang biasa disapa Emut, beliau berasal dari Lebak Banten. Luar biasa, ternyata beliau alumni BM PGRI gelombang 24 dan telah menghasilkan buku solo. Beliau akan membersamai peserta gelombang 25 dan 26 pada pertemuan ke sebelas dan akan memandu kegiatan ini sampai selesai. 

Widya Setyaningsih, S.Ag. seorang guru di MI Khadijah Malang, beliau juga alumni BM 21. Kariernya melesat, hingga malam ini beliau hadir sebagai narasumber untuk berbagi ilmu dan pengalamannya di bidang majalah sekolah. Beliau tidak saja handal sebagai narasumber tetapi beliau juga sebagai moderator, kurator, penulis, dan editor. Benar-benar luar biasa, muda dan energik. Beliau juga sebagai pimpinan redaksi majalah sekolah yang bertajuk KHARISMA di MI Khadijah Kota Malang. 

Ayo berkenalan dengan majalah!

Majalah adalah terbitan berkala yang isinya meliputi berbagai liputan jurnalistik, pandangan tentang topik aktual yang patut diketahui pembaca. (Kamus Besar Bahasa Indonesia)

Menurut waktu penerbitannya, ada majalah mingguan, bulanan, dan bahkan tahunan atau sebagainya.

Berdasarkan isinya, ada majalah berita, anak-anak, wanita, remaja, olahraga, sastra, ilmu pengetahuan, kecantikan, dan lain sebagainya.

Apa pula majalah sekolah, yaitu majalah yang dikelola, di buat, dan diedarkan dikalangan sekolah atau dengan kata lain dari sekolah dan untuk kalangan sekolah.

Ayo kita lihat, bagaimana Bu Widya Setyaningsih, S.Ag. Mengelola Majalah Sekolah?

Bukan waktu yang singkat, 13 tahun sudah majalah Kharisma lahir bahkan sempat vakum selama dua tahun. kemudian terbit lagi tentunya dengan tampilan yang sangat sederhana. Sangat berbeda dengan dengan tampilan dan isinya yang sekarang, lebih menarik, keren, berwarna, dan dicetak .
















Jadikan sekolah Anda semakin popular dengan hadirnya majalah sekolah. Naiklah tangga mulai dari tingkat paling bawah, sebelum mencapai puncaknya. Siapa yang berhenti berusaha ketika menghadapi kegagalan, berarti dia telah gagal. Salam Literasi.


Tekwan PATBA

        Masih gelap gulita, ya lampu dirumahku padam. Sebenarnya cuaca baik-baik saja, tidak hujan apalagi petir, tapi entah apa yang menyebabkan lampu pagi ini padam. Waktu telah menunjukkan pukul 06.10 wib, lampu belum menyala juga, sehingga aktivitaspun terhambat. Ketika kubuka tirai jendela, ternyata di luar sudah mulai terang. Kemudian aku bergegas menuju kamar mandi.

          Selesai mandi, aku bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah karena pagi ini ada jadwal mengawas ujian, yang dimulai pukul 07.30 wib. Tanpa sengaja terlihat jam dinding telah menunjukkan pukul 07.10 wib, waduh... berarti aku hanya punya waktu 20 menit untuk sampai ke sekolah. Biasanya kalau sudah diatas pukul 07.00 wib lalu lalang kendaraan begitu padat, semua pengendara seperti pembalap saja atau seperti orang yang kebelet buang air besar. 

         Bismillahhirrohmanirohim, kuhidupkan mesin kendaraan lalu ikut meramaikan kendaraan di jalan raya, berpacu dengan kendaraan dan waktu. luar biasa pagi ini, aku harus bisa menyesuaikan diri dengan semrawutnya kendaraan yang sedang melaju. Ada rasa cemas juga karena biasanya aku berangkat ke sekolah lebih pagi, dimana kendaraan tidak merayap sepadat ini.

         Sesampainya di sekolah, kuparkirkan kendaraan, suasana agak lengang mengingat waktu ujian sudah dimulai. Kucepatkan langkah langsung menuju ruang panitia untuk mengambil map yang berisi daftar hadir dan berita acara pelaksanaan ujian beserta kunci ruangan. Sebenarnya ada rasa malu karena datang terlambat, tapi gara-gara lampu padam tadi pagi, yah beginilah jadinya.

            Kupercepat langkah menuju ruangan ujian, koridor sepi, semua sudah berada di ruangan ujian masing-masing. Dari kejauhan tampak beberapa orang siswa masih berdiri di luar ruangan menunggu aku datang. Sesampai di depan ruangan ujian, kubukakan pintu dan kupersilakan mereka masuk dan duduk di tempatnya masing-masing. 

"Sebelum ujian dimulai, silakan disiapkan dan berdoa," kataku.

Kemudian aku memerintahkan mereka untuk membuka aplikasi ujian diandroidnya masing-masing. Maklumlah sekarang ini hampir semua sekolah melaksanakan ujian berbasis android, termasuk sekolahku. 

"Apakah semua sudah siap?" aku kembali berujar. 

Kalau sudah siap, silakan isi token dan kode verifikasinya. Suasana kelas mulai senyap, semua siswa serius melaksanakan ujian. Alhamdulillah pelaksanaan ujian berjalan lancar, aman, dan terkendali. Hari ini adalah pelaksanaan ujian hari ke-5. Sesuai dengan jadwalnya, aku mengawas pada sesi pertama ada dua mata pelajaran yang diujikan. Untuk mata pelajaran pertama dimulai pukul 07.30 s.d. 08.30 wib dan dilanjutkan pada pukul 08.45 s.d. 09.45 wib untuk mata pelajaran kedua.

            Gemuruh kecil terdengar dari dalam perut, menandakan sesuatu. Lapar dan haus karena tadi pagi tidak sempat sarapan. Wajar saja kalau ada pemberontakan di dalam perut, sekarang telah menunjukkan pukul 10.00 wib. Untungnya selesai mengawas ujian, para pengawas disuguhi makanan yang menunya berbeda-beda setiap harinya. 

            Tekwan adalah menu hari ini, aromanya sangat menggugah selera, entah karena lapar atau memang masakannya yang enak, mari dicoba. 

"Bapak dan Ibu yang mau makan tekwan dipersilakan." kata panitia konsumsi.

Mendengar perintah demikian, aku langsung saja mengambil sepiring tekwan yang sudah disaji beserta kuahnya. Kuahnya dibungkus plastik, panasnya masih terasa karena baru diantar. Konsumsi yang disediakan oleh panitia dipesan dari para pedagang makanan yang biasanya mangkal di kantin sekolah, makanya makanannya serba berbungkus.


Kubuka karet pembungkusnya dan kutuangkan kuah ke piring, tak lupa kumasukkan sejumput cabai dan kecap manis untuk menambah kelezatannya. Luar biasa nikmatnya, pas lagi lapar, pas ada tekwan. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan, gumanku dalam hati. Alhamdulilah rezeki hari ini.


#TantanganOmjayharike-1#



Rabu, 08 Juni 2022

Kiat Menulis Cerita Fiksi


        Pukul 09.13 wib notifikasi gawaiku berbunyi menandakan ada pesan masuk. Tidak salah lagi, pesan yang dikirim oleh Bapak Sigit untuk peserta BM PGRI gelombang 25 dan 26. Sebelum kegiatan dimulai nanti malam, silakan peserta untuk menonton video tentang materi "Menulis Cerita Fiksi itu Mudah," melalui link https://www.youtube.com/watch?v=dXX9RWxT_u8. Setelah menonton, siapkan beberapa pertanyaan terkait dengan isi vodeo tersebut.

        Sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, kegiatan pada pertemuan ke-10 dimulai. Seperti biasanya aktivitas grup ditutup, hanya moderator dan narasumber yang dapat aktif agar kegiatannya lebih tertib. Sapaan santun penuh keakraban disampaikan oleh moderator, yaitu Bapak Sigit Purwo Nugroho, beliau adalah tenaga pendidik di salah satu SMP Negeri di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Dilanjutkan dengan doa bersama sebelum kegiatan dimulai.

            Narasumber yang akan membersamai peserta BM PGRI malam ini adalah Bapak Sudomo, S.Pt. mari kita intip siapa sebenarnya beliau, pengalaman dan prestasi apa saja yang pernah diraih. Pastinya segudang dan segunung prestasi beserta karyanya. Nah ini dia, karya-karyanya luar biasa semoga menjadi inspirasi saya untuk menulis buku fisik, seperti tema kegiatan "Kiat Menulis Cerita Fiksi."


Narasumber memulai kegiatan dengan salam dan sapaan kepada peserta kegiatan serta menyampaikan alur pembelajaran, yaitu

1. Mulai dari Diri
    Pada alur ini peserta diminta untuk menuliskan pengalaman belajar menulis cerita fiksi walaupun belum pernah, silakan tetap menulis. Pengalamannya dapat berupa kendala, keseruan, ketertarikan, dan lain sebagainya. Niat adalah syarat untuk terus belajar menulis. Ide dapat menyesuaikan dengan tren atau hal yang disukai dan dikuasai. Komitmen untuk menyelesaikan tulisan juga sangat penting.

2. Eksplorasi Konsep
       Pada bagian ini silakan tonton dan cermati kembali video pembelajaran menulis fiksi itu mudah  di https://youtu.be/dXX9RWxT_u8. Catatlah hal-hal yang dianggap penting untuk bahan diskusi pada alur berikutnya.

3. Ruang Kolaborasi
      Pada alur ini, berdasarkan pemahaman peserta, maka akan dilakukan kolaborasi menulis cerita fiksi. Narasumber memberikan beberapa kalimat pembuka, silakan peserta melanjutkannya dalam beberapa kalimat saja.

Contoh kalimat pembuka:
"Aku tidak mau! terdengar suara memecah gelapnya malam. Sesaat setelahnya menghilang. Hanya angin memenuhi pekat malam. Sepertinya aku mengenali suara itu. Itu adalah suara ...

Contoh kalimat lanjutannya:
Itu adalah suara petir di tengah malam yang membuat buku kuduku merinding, langsung kudekap ketiga anakku agar mereka merasa nyaman. Setelah beberapa saat kemudian hujan deras mengguyur pelataran rumah disertai dengan kilat petir yang menyambar-nyambar (Roudhotul Jannah, Jatim, Gelombang 25)

Cerita tersebut mengandung unsur-unsur pembentuk cerita fiksi, ada tema, penokohan, alur, sudut pandang, dan latar,

4. Demontrasi Kontektual
    Pada alur ini, kita kembali mencerna tentang materi terkait, terutama mengenai premis. Premis adalah ringkasan cerita yang berisi tokoh, tantangan, dan resolusi. Seperti contoh cerita pada alur tiga di atas, maka dapat kita tentukan premisnya, yaitu: tokohnya aku, tantangan suara petir, resolusi mendekap ketiga anakku. Kenapa harus membuat premis karena akan memudahkan dalam pengembangan cerita dan membantu agar tidak keluar dari jalurnya atau sebagai rambu-rambu utama dalam penulisan.

5. Elaborasi Pemahaman
        Pada alur ini kita akan menggarisbawahi hal-hal penting yang akan menjadi catatan bersama dalam menulis sebuah cerita fiksi, yaitu:
1) Alasan harus menulis cerita fiksi, selain AKM, kita akan menyembunyikan dan menyembuhkan luka.
2) Bentuk cerita fiksi diantaranya dapat berupa fiksimini, flash fiction, pentigraf, cerpen, dan novel.
3) Unsur pembangun cerita fiksi meliputi tema,, premis, penokohan,latar, sudut pandang, dan alur.
4) Kiat menulis fiksi adalah 
     a) Niat dan komitmen yang kuat untuk belajar
     b) Membaca karya fiksi karya orang lain untuk menemukan gaya penulisan, ide cerita, dan teknik              penulisan.
    c) Ide dan genre cerita carilah yang disukai dan dikuasai
    d) Membuat otline atau kerangka karngan agar cerita tidak melebar kemana-mana.
    e) Mulai menulis, melakukan swasunting, setelah selesai menulis, lanjutkan mempublikasikannya.

6. Koneksi Antarmateri
        Silakan melengkapi keterkaitan antarmateri dengan tujuan agar mendapatkan pemahaman secara menyeluruh.

7. Aksi Nyata
        Silakan peserta menulis resume hasil belajar tentang Kiat menulis Cerita Fiksi.
            
    Cara menulis fiksi dengan mudah dan menyenangkan adalah dengan terus mencoba, memulai menulis dan menyelesaikan tulisan tersebut. Nikmati tiap tahap penulisannya sebagai proses kreatif. Syaratnya mengandung unsur yang baik, misalnya alurnya harus jelas, awal, tengah, dan akhirnya menarik, membuka cerita dengan menarik, mengembangkan konflik dengan baik, dan menutup cerita dengan baik pula. 

        Mari semangat belajar menulis fiksi dan menulis fiksi. Belajar secara terus menerus akan menjadikan kita seterusnya sebagai pembelajar. Salam Literasi.




                 
 

Senin, 06 Juni 2022

Menulis itu Mudah

      Sapaan salam dan doa disampaikan oleh moderator pada pada pertemuan ke-9 BM PGRI gelombang ke-25. Kegiatan diawali dengan doa bersama. Dail Ma'ruf, M.Pd. itulah nama lengkap moderator yang memandu kegiatan ini, beliau biasa di sapa Pak Dail. Ucapan terima kasih juga beliau sampaikan kepada Om Jay dan tim solid Om Jay atas kesempatan dan menghasilkan banyak karya buku serta selalu siap untuk berkolaborasi.

        Menulis itu mudah, kata siapa?

        Pasti penasaran, siapa ya. sebelumnya mari kita berkenalan dengan narasumber yang luar biasa dengan segudang karya dan prestasi, beliau adalah Prof. Dr. Ngainun Naim. beliau menyampaikan salam dan dibalas oleh moderator. Sebagian besar menyatakan menulis itu susah dan sulit. Kenapa prof. menyatakan menulis itu mudah, seperti tema kegiatan " Menulis itu Mudah."

Ternyata kata prof. menulis itu mudah, tentu ada prasyarat yang harus dilalui dan dipenuhi. Apa saja prasyaratnya?

1. Bisa Membaca

       Nah, kalau ini mudah, semua pasti bisa membaca. Pastinya syarat pertama sukses dan lulus. Perlu diingat membaca bukan sebagai kemampuan tetapi menjadi kegiatan rutin dan kontinu yang  akhirnya menjadi suatu kebiasaan yang membudaya. Membaca itu syarat menulis, sebaiknya setelah  membaca tulislah beberapa kalimat penting atau buatlah kesimpulannya.

2. Praktik Menulis

           Menulis itu dunia praktik kata Prof. Ngainun, siapa yang ingin menjadi penulis ya harus menulis. Biasakan untuk segera menulis, jangan pikirkan tulisannya jelek atau kurang bermutu, hal ini untuk menyimpan atau mengikat pengetahuan atau pengalaman yang kita tulis tidak hilang atau terlupakan. Tulisan yang ditulis dapat berupa apa saja, misalnya kegiatan yang dilaksanakan sehari-hari, kisah perjalanan/wisata, makanan kesukaan, dan lain sebagainya. Agar tulisannya lebih menarik tambahkan dokumentasi pendukung, seperti foto atau video.

3. Tahu Apa Yang Ditulis

        Menulis pengalaman, perjalanan, dan kegiatan harian yang dilakukan sendiri lebih mudah dan menguntungkan karena dialami oleh diri sendiri. 

4. Nikmati Proses Menulis

          Segala sesuatu yang benar-benar dinikmati dari hati dengan ikhlas akan terasa mudah, begitu pula dengan menulis, nikmati saja alur dan prosesnya sampai akhirnya menjadi sebuah tulisan. Pada dasarnya menulis tidak perlu selesai sekali jadi, yang penting happy, konsisten, dan komitmen. Tulisan yang di tulis juga boleh dicicil seperti kreditan, yang penting cicilan tulisannya selesai dan lunas. Apabila ada tulisan yang keluar jalur tinggal di edit dan diperbaiki.

5. Ngemil

            Ini yang saya suka, pas benar prof. asal happy dan konsisten serta ditambah dengan makanan ringan yang dipadu dengan secangkir teh hangat dapat menambah kekuatan untuk menyicil ataupun menyelesaikan sebuah tulisan. 

Kapan sebaiknya menulis?

Usahakan menulis di pagi hari, kira-kira 30 menit secara konsisten setiap hari karena saat subuh, tubuh lebih segar di bandingkan dengan malam hari. Memulai menulis harus dipaksakan karena menulis itu sendiri berkaitan dengan rasa dan benar-benar disukai. Semua butuh proses, semakin sering menulis makin bermakna kata-katanya.

Tulisan yang baik itu, memiliki kriteria berikut:

1. Tulisannya jelas, mudah dipahami dan tidak menimbulkan tafsiran ganda

2. Sinkron antarparagraf

3. konsisten dalam ide

4. Taat aturan penulisan

Closing statement Prof. Dr. Ngainun Naim "Menulis itu mudah. Kuncinya kita yang membuatnya mudah. Mari Menulis. jangan hanya berpikir tentang menulis tetapi mari praktik menulis."

Menulislah dengan kepolosan dan kejujuran hati serta kesederhanaan pemikiran. Itulah mata pena dan tinta akan memberikan sikap yang baik bagi kata-kata. Salam Literasi.

    

Koneksi Antarmateri- Modul 3.1

Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin Oleh                : Farida Haryati PGP                 : Angkata...