Kamis, 30 Juni 2022
Pemasaran Buku
Selasa, 28 Juni 2022
Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie
Jumat, 24 Juni 2022
Mengenal Penerbit Indie
Alhamdulilah, malam ini telah masuk pada pertemuan ke-17. Semakin keujung kegiatan BM dan semakin banyak ilmu dan manfaat yang didapat. Ucapan salam dan doa disampaikan oleh Bu Lely Suryani sebagai moderator. Beliau akan ditemani oleh Bapak Mukminin, .S.Pd., M.pd. sebagai narasumber yang akan menguliti secara tuntas tentang "Mengenal Penerbit Indie."
Ayo kita berkenalan dengan narasumber
Bernama lengkap Mukminin, S.Pd., M.Pd. beliau biasa disapa dengan nama Cak Inin. Lahir 57 tahun yang lalu di Jombang, Jawa Timur. Beliau adalah salah satu tenag pendidik di SMPN . Beliau lulusan S-2 Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Beliau juga menjabat sebagai direktur penerbit buku Kamila Press Lomongan. Beliau juga memiliki pengalaman dan karya-karya yang dihasilkan dalam rentang waktu yang tidak muda lagi. Luar biasa perlu menjadi contoh dan motivasi untuk berkarya dan menulis.
Sebutkan empat alasan mengapa menulis? Hal ini penting agar penulis mengetahui tujuan, motivasi, dan goals apa yang diharapkan serta dilanjutkan dengan mempelajari tentang materi yang berkaitan dengan menulis dan penerbit.
Tahapan Menulis dan Menerbitkan Buku yang Tepat
1. prawriting
Tahap mencari ide dan peka terhadap keadaan, fenomena, dan kejadian sekitar/pay attention serta banyak membaca buku.
2. drafting
mulai menulis naskah buku sesuai dengan apa yang disukai/pasion, boleh dalam bentuk artikel, cerpen, puisi, novel, dan sebagainya.
3. revisi
Setelah naskah selesai lakukan revisi naskah, mana yang dicantumkan, mana yang perlu dibuang, dan mana yang perlu ditambahkan.
4. editting/swasunting
Penulis melakukan pengeditan, hanya memperbaiki tanda baca, ejaan, dan kalimat. Penulis juga permu menyunting tulisan sendiri sebelum masuk ke penerbit. Penulis dituntut untuk memiliki kemampuan bahasa yang baik dan benar sesuai dengan EBBI.
5. publikasi
Apabila tulisan yang berupa naskah buku sudah yakin, maka masuk tahap publikasi/penerbitan buku.
Informasi tentang Penerbit
Perbedaan penerbit mayor dan indie
1. Berdasarkan jumlah cetakan
Penerbit mayor mencetak buku secara massal, cetakan pertama sekitar 300 eksemplar atau minimal 1000 eksemplar untuk dijual di toko buku.
Penerbit indie hanya mencetak buku apabila ada pesanan atau cetak berkala yang dikenal dengan POD (Print on Demand) yang umumnya didistribusikan melalui media online, seperti FB, twitter, WA, instragram, youtube, dll.
2. Berdasarkan Pemilihan Naskah yang Diterbitkan
Penerbit mayor harus melewati beberapa tahap/prosedur sebelum menerbitkan sebuah naskah dan penerbit ini ekstra hati-hati dalam memilih naskah yang akan diterbitkan dan tidak berani mengambil risiko untuk menerbitkan setiap naskah yang mereka terima. Penerbit ini memiliki syarat yang ketat, harus memiliki selera pasar dan tingginya tingkat penolakkan.
Penerbit indie tidak menolak naskah sebagai sebuah karya yang layak diterbitkan.Tidak melanggar Undang-Undang Hak Cipta karya sendiri, tidak plagiat, tidak menyinggung unsur SARA dan pornografi, naskah tersebut pasti akan diterbitkan.
3. Profesionalitas
Penerbit Mayor tentunya profesional dengan banyaknya dukungan SDM di perusahaan mereka.
Penerbit indie juga profesional tapi sering disalah artikan. Sering kali anggapan bahwa buku di penerbit indie asal-asalan. Asal cetak, jadi jual. Sebagai penulis harus jeli memilih siapa yang akan menjadi penerbit buku. Jangan tergoda dengan paket penerbit dengan harga murah tapi belum jelas kualitasnya. Mutu dan manajemen pemasaran bisa menjadi salah satu penilaian untuk menentukan penerbit.
4. Waktu Penerbitan
Penerbit mayor akan mengonfirmasi, bahwa sebuah naskah akan diterima atau ditolak dalam kurun waktu satu sampai tiga bulan. Apabila naskah diterima ada giliran dan waktu terbit yang bisa cepat dan tidak, mengingat penerbit mayor adalah sebuah penerbit dalam skala besar yang melalui alur kerja yang banyak. Bersyukur apabila buku lebih cepat didistribusikan di semua toko buku. Namun, apabila dalam waktu yang ditentukan penjualan buku tidak sesuai target, maka buku akan dilepas oleh distributor dan ditarik kembali oleh penerbit.
Penerbit indie akan memproses sesegera mungkin naskah yang diterima dengan cepat dalam hitungan minggu, buku sudah bisa diterbitkan. Penerbit indie memang tidak memperdulikan selera pasar dan tidak banyak tuntutan. Penerbit indie akan menerbitkan karya yang penulisnya yakin bahwa karya tersebut adalah karya terbaiknya.dan layak untuk diterbitkan sehingga penerbit indie tidak memiliki petimbangan rumit untuk menerbitkan buku.
5. Royalti
Penerbit mayor pada umumnya mematok royalti penulis, maksimal 10% dari jumlah total penjualan. Biasanya dikirim kepada penulis setelah mencapai angka tertentu atau setelah tiga samapi enam bulan penjualan buku.
Penerbit indie umum royaltinya berkisar 15 - 20% dari harga buku. Dipasarkan atau dijual oleh penulis melalui FB, instagram, wa grup, twitter, dan melalui media sosial lainnya.
6. Biaya Penerbitan
Penerbit mayor tidak memungut biaya penerbitan atau gratis, itulah sebabnya tidak langsung menerbitkan buku. Penerbit mayor memiliki pertimbangan dan tuntutan yang banyak untuk menerbitkan sebuah buku karena apabila buku tersebut tidak laku terjual, kerugian hanya ada di pihak penerbit.
Penerbit indie menentukan biaya penerbitan sesuai dengan aturan masing-maing penerbit karena pelayanan dan kualitas buku yang diterbitkan tidak sama.
Mengenai CV Kamila Press Lamongan
CV Kamila Press Lamongan melayani cetak buku dengan jasa ISBN, editing, lay out, dan design cover buku dengan harga yang terjangkau. Beralamat di Jalan A. Yani Ds. Tianak RT04 RW03, Kecamatan Kedungpring, Lamongan 62272, Email gusmukminin@gmail.com, FB Cakinin Mukminin Arminareka, IG @cakininarminareka, WA 0813 3094 4498.
Syarat-syarat penerbitan di CV Kamila Press Lamongan
1. Kirim naskah lengkap dan boleh ditambahkan dengan endors dari pakar/ahli.
2. Kertas A5 ukuran 14,8 x 12 cm, spasi 1.15, ukuran font 11, margin kiri-kanan-atas dan bawah 2 cm, huruf Arial, calibri, atau cambria, masukkan dalam satu file, kirim ke email/wa Cak Inin.
3. Cover buku, boleh di buat oleh penulis atau penerbit sesuai dengan kesepakatan.
4. Harga penerbitan buku sewakru-waktu bisa berubah. Harga ditentukan berdasarkan jenis kertas dan ukurannya, jumlah halaman, dan jumlah buku yang akan dicetak.
Contoh buku dan cover hasil penerbitan CV Kamila Press Lamongan
Tiada kata terlambat untuk menulis dan terbitkan buku, tulislah segera apa yang Anda suka, Anda dengar, Anda lihat, Anda rasakan untuk berbagi kebaikan (Cak Inin)
Torehkan penamu dari jejak kakimu, siapa tahu jadi penolongmu (Cak Inin)
Kalau Anda ingin panjang umur, maka menulislah (Cak Inin)
Salam literasi
Anatomi Buku
Senin, 20 Juni 2022
Langkah Menyusun Buku Secara Sistematis
Minggu, 19 Juni 2022
Kelas Tambahan RRI
Tidak pernah terbayangkan untuk mengajar melalui RRI Pro2 FM Jambi. Minggu pertama awal tahun 2022 saya ditelepon oleh Bu Artha bagian Humas RRI dan diminta kesediaan saya untuk mengajar tentang materi bahasa Indonesia, boleh materi kelas X, XI, ataupun XII. Melalui via telepon tersebut Bu Artha menyampaikan bahwa jadwal mengajar saya adalah hari Jumat, tanggal 14 Januari 2022, pukul 10.00 s.d. 11.00 wib.
Awalnya saya terdiam, tidak merespon sama sekali apa yang disampaikan oleh Bu Artha. Beliau mengingatkan saya "Apakah ibu mendengar suara saya." kata bu Artha. Saya baru tersadar, entah apa yang terpikirkan waktu itu. Mengajar melalui RRI, hal yang belum pernah saya lakukan. bingung juga, bagaimana menyampaikan materi pembelajarannya.
"Baik Bu Artha, saya akan menerima tawaran mengajar di RRI." Bu Artha mengucapkan terima kasih dan menutup telepon selulernya. Padahal saya masih binggung, tapi sudahlah dengan bismillahirrohmanirrohim, semoga dilancarkan dan sukses.
Tiga hari sebelum waktu yang telah ditentukan tiba, Bu Artha kembali menelepon dan menanyakan materi kelas berapa yang akan diajarkan. Teks Negosiasi, materi kelas X ,inilah yang akan menjadi materi pada sesi kelas tambahan belajar di RRI.
Sebelum telepon ditutup, saya menanyakan apakah boleh menggunakan laptop untuk menyiapkan power point tentang materi tersebut. Beliau menyatakan boleh, silakan siapkan materinya dalam bentuk apapun dan bisa digunakan sebagai bahan atau media pembelajaran.
Hari yang ditunggu telah tiba, sebelum pukul 10.00 wib saya sudah berada di ruang tunggu RRI. saya telepon Bu Artha untuk menginformasikan bahwa saya sudah berada di RRI. Kata beliau nanti ada penyiar yang bertugas hari ini yang akan menemui ibu. Iya benar, dari ruang penyiaran keluar perempuan muda, cantik, dan ramah menghampiri saya, "Maaf dengan bu Farida." katanya. "iya." jawab saya.
Waktu baru menunjukkan pukul 09.55 wib, berarti lima menit lagi saya harus mulai mengajar. Ada rasa tidak nyaman juga karena belum pernah mengajar melalui sistem ini.
Penyiar yang bertugas mendampingi saya bernama Wina karena masih muda, saya memanggilnya dengan Mbak wina. Kami masuk ke ruang penyiaran untuk memulai kegiatan pembelajaran. Namun sebelum itu Mabak Wina menyampaikan bahwa kegiatan pembelajaran ini di mulai dari pembuka yaitu perkenalan, lanjut pemaparan materi, dan terakhir tanya jawab. Saat pemaparan materi diselingi dengan lagu sebanyak tiga kali.
Alhamdulilah, ternyata kegiatannya dipandu dan saya hanya menunggu komando dari Mbak Wina. Yang sangat mengejutkan ternyata banyak juga siswa SMA sederajat yang mengikuti siaran sesi belajar tambahan di pro 2 FM RRI Jambi. Buktinya sampai akhir kegiatan masih banyak siswa yang mau bertanya, Hanya sayang, waktunya terbatas.
Ternyata proses pembelajaran melalui radio mengasyikkan juga. Entah kapan lagi dapat menikmati pembelajaran seperti ini. Harapan semoga program ini menjadi Program rutin RRI Pro2 FM Jambi dan saya akan berpartisipasi untuk kegiatan tersebut. Berbagi itu indah. Salam Literasi.
Sabtu, 18 Juni 2022
Aktivitas Tuming
Setelah melaksanakan salat subuh dilanjutkan dengan aktivitas menyuci pakaian, apabila ditakar dengan mesin cuci yang kami punya, cuciannya baru bisa selesai tiga kali putaran. Minggu ini cucian benar-benar menumpuk dan aktivitas di sekolahpun padat.
Aktivitas dilanjutkan dengan menyapu rumah terus ke pekarangan rumah. Beberapa hari ini musim hujan, rumput-rumput mulai tumbuh, aktivitas bertambah. Kembang juga tidak tersentuh dan tersiram, hingga membuat dirinya layu . Waduh kasian itu kembang. Akhirnya kembang menjadi sasaran elusan tangan agar lebih berkembang lagi.
Kembang atau bunga yang kupunya tidak banyak dan bukan pula bunga yang mahal seperti punya orang-orang. Tapi dengan helusan lembut tangan kita, bunga itu akan tumbuh dan berkembang dengan baik, dan akan terlihat lebih indah.
Tanpa terasa sang mentari telah memancarkan sinar panasnya, ternyata hari telah siang sebentar lagi azan zuhur sudah berkumandang. Waktu memang cepat berlalu. Pekerjaan baru sebagian yang terselesaikan. Walaupun pagi tadi sudah sarapan tapi yang namanya orang Indonesia kalau belum ketemu nasi pasti masih lapar.
Apa yang mau dimasak kalau sudah siang begini, mana fisik terasa lelah juga. akhirnya kembali ke pasal satu kata anakku, beli lauk yang sudah siap dimasak. Kami serumah tertawa mendengar kata anakku. Benar, dalam kondisi seperti ini, satu-satunya solusi adalah membeli makanan siap masak.
Aku beri uang lembaran seratus ribu kepada anakku dan meminta dia untuk membelikan lauk-pauk dan sayuran untuk makan siang. Alhamdulilah nasi masih sempat ditanak tadi pagi. Apa yang terjadi karena tadi tidak diminta untuk membelikan lauk apa, maka anakku membeli lauk yang semuanya serba gulai. Semua sudah dibeli tidak mungkin dikembalikan lagi, dengan senang hati semua menikmati sajian lauk yang serba berkuah, untungnya masih ada kerupuk yang bisa dinikmati bersama dengan gulai tersebut.
Selesai makan siang, dengan rasa syukur alhamdulilah semua lauk yang dibeli habis, semua menikmatinya, entah karena lapar atau memang masakan lauknya yang enak. Semoga semua selalu sehat dan aktivitas akan tetap dilanjutkan. Jangan lupa beristirahat, hal ini penting untuk mengembalikan energi dan stamina tubuh yang lebih baik lagi.
Koneksi Antarmateri- Modul 3.1
Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin Oleh : Farida Haryati PGP : Angkata...
-
Pertemuan ke-2 Belajar menulis PGRI Gelombang 25 Mulailah dengan menuliskan hal-hal yang kau ketahui. Tulislah tentang pengalaman dan perasa...
-
Bismillahirrohmanirrohim, salam, sapaan santun, dan doa untuk peserta BM PGRI gelombang ke-25 pada pertemuan ke-8 agar selalu seha...
-
Pertemuan ke-1 Belajar Menulis PGRI Gelombang 25 Tema: Ide Menulis Bagi Guru Narasumber: Wijaya Kusumah, M.Pd. Moderator: Dail Ma'ruf Mu...


.jpeg)






.jpeg)
.jpeg)






.jpeg)