Kamis, 08 September 2022

Kesimpulan dan Refleksi Filosofi KHD

Kesimpulan dan Refleksi Modul 1.1

             Saya percaya bahwa peserta didik memiliki kemampuan bernalar yang hampir sama dan punya keinginan belajar yang sama juga, maka dalam setiap proses pembelajaran, saya selalu menuntut mereka semua untuk mampu memahami dan dapat mengerjakan tugas yang diberikan. Dalam proses pembelajaran, saya cenderung lebih banyak atau dominan berperan di depan kelas dibandingkan peserta didik bahkan saya terkadang tidak dapat memperhatikan peserta didik yang memiliki masalah dalam pembelajaran atau tidak fokus dalam belajar karena kendala interen maupun kendala eksteren. Proses pembelajaran masih banyak dilakukan di dalam kelas dan untuk mencapai tujuan pembelajaran masih bersifat klasikal. Dalam arti kata, saya lebih banyak menuntut peserta didik untuk melaksanakan apa yang saya inginkan dalam proses pembelajaran.

             Ternyata apa yang saya lakukan dalam proses pembelajaran selama ini, belum mencerminkan pemikiran KHD yang sesungguhnya. Setelah mempelajari modul ini pemikiran atau perilaku saya mulai berubah tentang peserta didik, ternyata mereka adalah makhluk yang unik, memiliki minat dan bakat, kemampuan dalam menyerap pembelajaran, gaya belajar yang berbeda-beda, kemudian mereka juga berasal dari lingkungan berinteksi yang beragam pula.Dalam arti kata peserta didik berasal dari kodrat alam, kodrat zaman, dan kodrat tanah air yang berbeda-beda. Sebagai guru, saya harus menuntun atau mengarahkan peserta didik dalam proses pembelajaran agar mereka dapat  mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Saya harus memperhatikan peserta didik berdasarkan kodratnya masing-masing dan dalam pembelajaran peserta didik harus banyak berperan dibandingkan gurunya.

             Kemudian saya juga lebih memahami tentang semboyan pendidikan KHD, yaitu:

1.      Ing Ngarso Sung Tulodo (di depan selalu memberi contoh, panutan, dan teladan)

Semboyan ini bermakna bahwa pendidik harus memberi contoh, panutan, dan teladan yang baik dalam berkata, bersikap, dan bertindak, baik dalam pembelajaran maupun dalam lingkungan masyarakat. Hal ini, untuk mengupayakan bimbingan kepada peserta didik agar mereka melaksanakannya dalam pembelajaran dan kelak menjadi pemimpin yang dapat dijadikan teladan yang baik.

 2.      Ing Madyo Mangun Karso (di tengan harus memotivasi, membangun kekuatan untuk berkarya)

Semboyan ini bermakna bahwa pendidik harus mampu memotivasi dan membangun kekuatan yang dimiliki peserta didik untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya. Pendidik juga dapat menyesuaikan teknik, strategi, dan metode pembelajaran yang beragam untuk memotivasi peserta didik dalam proses pembelajaran. Pendidik juga harus menumbuhkan semangat peserta didik untuk menghasilkan karya yang bermanfaat.

 3.      Tut Wuri Handayani (di belakang memberikan dorongan atau dukungan)

Semboyan ini memiliki makna bahwa pendidik harus memberikan arahan dan tuntunan kepada peserta didik untuk belajar dengan baik sesuai dengan bakat dan minatnya sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zamannya untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

             Proses pembelajaran yang akan saya terapkan cenderung berfokus pada peserta didik, perlu mengetahui lebih awal kemampuan, bakat dan minat belajar mereka agar proses pembelajaran dapat berjalan seperti yang diharapkan. Kegiatan pembelajaran akan disesuaikan dengan materi ajar dan tempat pelaksanaannya, agar peserta didik dapat melaksanakan secara nyata sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai 

Senin, 04 Juli 2022

Menguak Dapur Penerbit Mayor


Alhamdulillah, malam ini masuk pertemuan ke-20, BM gelombang 25-26, dengan tema "Menguak Dapur Penerbit Mayor." Moderator yang memandu kegiatan ini adalah Ibu Rosminiyati. Narasumber yang akan membersamai anggota BM malam ini adalah Bapak Edi S. Mulyanta, S.Si., M.T. Lahir di Yogyakarta 24 Mei 1969. Beliau menjabat Manager Penerbitan Andi Publisher. Weblog https://wwwpbuandi.com   http://bukudigital.my.id atau http://ebukune.my.id.

Dunia penerbitan yang saat ini di bawah IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia) menjadi was-was dan memandang cukup berat tantangan ke depan dunia cetak dan produksi buku. Atmosfir dunia penerbitan perlahan-lahan akan berubah, karena posisi penulis menjadi semakin strategis dalam industri penerbitan. hal tersebut membuat dunia penerbitan bergegas untuk mengubah haluan visi misi mereka ke arah yang lebih up to date, menyongsong perkembangan teknologi yang lebih cepat dibandingkan perkembangan dunia bisnis penerbitan secara umum.

Tahun 2020-2022 merupakan masa paceklik bagi industri penerbitan, akan tetapi berbeda dengan dunia penulisan yang justru marak-maraknya. Hal ini mungkin karena aktifitas kita dibatasi, sehingga banyak yang memberikan kesempatan untuk bekerja dari rumah (WFH). Produksi buku reguler sempat terhenti, sehingga banyak penulis yang mempertanyakan masa depan penerbitan di Indonesia secara umum.

Tidak semua tema buku dapat digantikan oleh digital, hal inilah yang memberikan harapan baru penerbit untuk masih tetap mempertahankan lini bisnis bukunya. Data-data pemasaran tidak pernah bohong, bahwa beberapa buku dengan tema khas ternyata masih sangat baik di pasar. Di dalam dunia star up dikenal dengan strategi bakar uang, para penerbit masih mencoba untuk melakukan beberapa penelitian tentang tema yang masih tetap baik di pasar.

Tema yang menjadi primadona ke depan adalah berkaitan dengan kurikulum baru, yaitu kurikulum merdeka, peluang untuk terbit cukup menarik dengan tema kurikulum yang baru.Tema buku yang menjadi andalan toko buku saat ini adalah tema buku nonteks, seperti buku anak, buku motivasi, buku agama, buku fiksi, hingga buku masak yang masih masuk 10 besar data buku terlaris di setiap toko buku di Indonesia.

Penerbit Mayor mempunyai idealisme masing-masing, sehingga perlu diperhitungkan baik-baik, jika mengusulkan usulan buku ke penerbit tersebut. Yang menjadi permasalahan klise di dunia penerbitan adalah masalah modal beserta pembiayaan produksi buku yang cukup besar nilainya dalam sebah proyek terbitan satu judul buku. 

Geger ISBNpun menjadikan permasalahan literasi di Indonesia menjadi sorotan dunia. Begitu besar semangat untuk menulis di Indonesia menjadikan nomor ISBN-pun tidak kuasa menerima energinya. Ternyata ada anomali yang tidak wajar terjadi didunia perbukuan di Indonesia. Wadah ISBN yang biasanya tersedia dengan mudah untuk mendapatkannya. Saat ini menjadi nomor mewah yang cukup sulit untuk mendapatkannya, mengapa demikian, hal ini dipicu keinginan menulis buku  hanya untuk mengejar angka kredit semata.

Konsep penerbitan buku oleh pemerintah dicoba untuk kembali sesuai dengan Undang-Undang Perbukuan 2017, dimana terbitan buku harus tersebar luas ke masyarakat. Perpustakaan nasional akhirnya memberikan kebijakan baru untuk membuat sub nomor untuk menghemat ISBN yang telah dijatah oleh ISBN internasional.

papun jenis tulisannya baik buku teks, buku umum, buku dikti, maupun buku luar, tulislah yang sesuai dengan kompetensi serta minat yang dimiliki agar tulisannya benar-benar berkualitas.  Buku dengan omzet terbesar adalah buku teks pelajaran utama karena pasarnya sangat besar, yaitu seluruh sekolah di Indonesia. Buku umum pasarnya paling kecil karena outlet utama adalah di toko buku, baik toko buku modern maupun tradisional.

Ini kesempatan bagi penulis untuk tetap semangat menulis karena pasar buku masih cukup menarik mengingat buku fisik masih menjadi andalan utama penerbit dalam mencari peruntunganya. Kirimkan usulan penerbitan buku, supaya ide Anda dapat ditangkap penerbit dan disebarluaskan ke pembaca.

 





Kamis, 30 Juni 2022

Pemasaran Buku


Seperti biasa, kegiatan BM malam ini diawali dengan pembukaan, paparan materi, tanya jawab, dan penutup. Pertemuan ke-19 akan ditemani Pak Sigit Purwo Nugroho selaku moderator dan narasumber yang akan membersamai peserta BM gelombang 25 dan 26 malam ini adalah Bapak Agus Subardana.



Bagaimana Strategi Pemasaran Buku?

1. Strategi Pemasaran Buku Serangan Udara (online)
    
    Pentingnya Transformasi Digital
            Strategi utama yang digunakan adalah Digital Marketing dalam melakukan transformasi mendasar pada bisnis penerbitan buku.
Untuk penjualan buku melalui online harus proaktif dan mempromosikan secara kontinu, agar dapat:
a. Menyebarkan informasi produk secara masif kepada target pasar potensial.
b. Mendapatkan konsumen baru dan mempertahankan konsumen yang sudah ada, sehingga kesetiaan konsumen tetap terjaga.
c.   Menjaga kestabilan penjualan saat kondisi pasar sedang lesu.
d.   Menaikkan penjualan dan profit
e.   Membandingkan dan keunggulan produk dibandingkan dengan pesaing.
f.    Membentuk citra produk dibenak mata konsumen sesuai dengan yang diinginkan.
g.   Mengubah tingkah laku yang semula kurang berminat menjadikan tertarik dan berminat.
     

       Pemasaran Buku Melalui Komunitas
    Gunakan jaringan komunitas untuk sarana promosi dan penjualan buku. Penjualan buku melalui komunitas lebih efektif dan efisien, sehingga tingkat keberhasilannya lebih tinggi. Kuncinya harus komunikasi dan interaksi secara aktif serta dapat menjaga integritas pribadi kita.

Penerbit Andi juga terus mengadakan aktifitas pemasaran melalui komunitas dengan mengadakan webinar lewat link zoom, live youtube TV Andi, dengan tema-tema yang menarik.

2. Strategi Pemasaran Buku Serangan Darat (offline)
    Penerbit Andi melakukan pemetaan wilayah dengan membuka cabang tiap kota besar yang potensi pasarnya sangat baik. Penerbit Andi mempunyai 90 cabang dari Aceh sampai Papua, dengan menempatkan tenaga pemasaran di tiap kantor cabang tersebut.

Stategi pemasaran buku serangan darat dikelompokkan berdasarkan target pasar yang dituju:

A. Toko Buku

        Penerbit buku yang mampu memproduksi sendiri dan mempunyai mesin percetakan sendiri, sebagian besar sebagai pemasok di toko buku di Indonesia. Untuk bisa masuk dan sebagai pemasok rutin di tokoh buku, maka perlu pemetaan jenis tokoh buku. Toko buku dipetakan menjadi tiga jenis, yaitu toko buku modern, toko buku semi modern, dan toko buku tradisional.

            Strategi promosi di toko buku modern, antara lain:
* Menguasai display buku supaya tampilan buku dapat terlihat dan menonjol.
* Mengadakan promosi di internal toko dengan memasang produk di Neon Box, X banner
* Mengadakan bedah buku, talkshow dan potongan harga pada buku tertentu atau periode tertentu
* Mengadakan even tematik sesuai moment bulan berjalan.

B. Directselling

            Pemasaran buku melalui directselling dipetakan berdasarkan kategori buku yang diterbitkan.                  Jenis buku penjualan lewat directselling dibagi beberapa target pasar, ayitu:
    * Buku pendidikan (jenjang TK, SD, SMP, SMA/SMK)
    * Buku teks perguruan tinggi untuk semua mata kuliah
    * Buku referensi untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA/SMK, perguruan tinggi, dan umum)

Melalui pemetaan tersebut Penerbit Andi sebagai industri penerbitan buku melakukan terobosan pemasaran dengan menempatkan tenaga penjual (sales) di setiap wilayah kota dan kabupaten. 

Menulis adalah perjuangan, di mana penulis merupakan pahlawan yang akan dikenang  selama-lamanya, lembaran karya adalah medan pertempuran dan pena adalah senjatanya. untuk itu marilah terus berkarya melalui tulisan yang dapat memberikan kebaikan kepada masyarakat. Salam literasi.






Selasa, 28 Juni 2022

Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie

 


Alhamdulillah malam ini sudah masuk pertemuan ke-18 yang dipandu oleh Bu Mutmainah sebagai moderator. Salam dan sapaan disampaikan oleh moderator kepada peserta BM, narasumber, dan tim solid Omjay.

Bu Mutmainah akan didampingi Bapak Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd. sebagai narasumber. Beliau lahir di Jakarta, 30 Juni 1992. Berdomisili di Bekasi dan berprofesi sebagai tenaga pendidik di salah satu SD di Jakarta. Memulai aktivitas menulis di blog pada tahun 2009. Profilnya pernah dimuat dalam buku berjudul "Majors For The Future." Tulisannya banyak dimuat di media cetak, terutama di Tabloid Bola. Profil beliau dapat dilihat di link berikut https://www.praszetyawan.com/p/profil.html.

Sesuai dengan tema pembahasan yaitu "Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie." Menerbitkan buku di zaman sekarang semakin mudah  karena sudah banyak penerbit independen atau lebih akrab di kenal dengan Penerbit Indie. Sebelum Penerbit Indie bermunculan, kita hanya mengenal penerbit mayor, seperti gramedia, grasindo, erlangga, andi, dll. Dengan hadirnya penerbit Indie, sangat membantu para penulis untuk mewujudkan bukunya, khususnya penulis pemula.

Ayo kita mengenal Penerbit Indie

1. Tidak ada seleksi naskah, semua naskah diterima.
2. Proses terbit cepat, 1 - 3 bulan.
3. Biaya penerbitan bervariasi, tergantung ketentuan dan fasilitas penerbit.
4. Biaya cetak dan dan ongkos kirim ditanggung penulis
5. Penulis menentukan sendiri harga bukunya.
6. Tidak memasarkan ke tokoh buku.
7. Penulis yang harus memasarkan sendiri bukunya, jika ingin bukunya terbit.

Tips yang perlu diperhatikan dalam menentukan Penerbit Indie

1. biaya penerbitan
2. fasilitas penerbitan
3. batas maksimal jumlah halaman
4. ketentuan dan biaya cetak ulang
5. Apakah dapat master PDF?
6. jumlah buku yang didapat penulis.

Rekomendasi penerbit yang dapat membantu atau narasumber memiliki rekanan Penerbit Indie, yaitu Penerbit Depok dan Penerbit Malang. Penerbit yang enak dan kinerjanya tidak diragukan lagi. Hasil cetakannya bagus dan dapat dibuktikan sendiri dan tidak ada hambatan karena beliau yang akan mengawal dan menjamin hingga buku diterbitkan.

Penulis menginginkan dan memiliki kondisi yang berbeda-beda terhadap buku yang akan diterbitkan. Penerbit Depok cocok untuk penulis yang hanya menerbitkan buku saja, tidak ada rencana untuk cetak ulang atau sekedar untuk pribadi saja. Penerbit Malang cocok untuk penulis yang berencana menjual bukunya karena jumlah buku yang dicetak lebih banyak. Jika stok buku habis, jika cetak ulang lagi dengan biaya cetak per buku lebih murah dibandingkan dengan Penerbit Depok.

Terkait ketentuan menerbitkan buku di dua penerbit rekanan tersebut, dapat dilihat di link berikut, Penerbit Depok https://www.prasetyawan.com/2021/10/murah-banget-menerbitkan-buku-ber-isbn.html. Penerbit Malang https://www.praszetyawan.com/2021/09/ini-cara-menerbitkan-buku-dengan-mudah.html. Penerbit Depok dan Penerbit Malang tetap bisa mengeluarkan nomor ISBN walaupun Perpusnas memiliki kebijakan pembatasan penerbitan nomor ISBN.



Contoh buku-buku karya peserta belajar menulis PGRI yang sudah terbit lewat Penerbit Depok




Jangan takut untuk menerbitkan buku, jika kita punya naskah dan jangan hanya disimpan di folder dalam laptop saja, siapa tahu orang lain menyukai atau bahkan membutuhkan tulisan kita. Salam literasi.



Jumat, 24 Juni 2022

Mengenal Penerbit Indie


 

Alhamdulilah, malam ini telah masuk pada pertemuan ke-17. Semakin keujung kegiatan BM dan semakin banyak ilmu dan manfaat yang didapat. Ucapan salam dan doa disampaikan oleh Bu Lely Suryani sebagai moderator. Beliau akan ditemani oleh Bapak Mukminin, .S.Pd., M.pd. sebagai narasumber yang akan menguliti secara tuntas tentang "Mengenal Penerbit Indie."

Ayo kita berkenalan dengan narasumber

        Bernama lengkap Mukminin, S.Pd., M.Pd. beliau biasa disapa dengan nama Cak Inin. Lahir 57 tahun yang lalu di Jombang, Jawa Timur. Beliau adalah salah satu tenag pendidik di SMPN . Beliau lulusan S-2 Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Beliau juga menjabat sebagai direktur penerbit buku Kamila Press Lomongan. Beliau juga memiliki pengalaman dan karya-karya yang dihasilkan dalam rentang waktu yang tidak muda lagi. Luar biasa perlu menjadi contoh dan motivasi untuk berkarya dan menulis.

Sebutkan empat alasan mengapa menulis? Hal ini penting agar penulis mengetahui tujuan, motivasi, dan goals apa yang diharapkan serta dilanjutkan dengan mempelajari tentang materi yang berkaitan dengan menulis dan penerbit.

Tahapan Menulis dan Menerbitkan Buku yang Tepat

1. prawriting

    Tahap mencari ide dan peka terhadap keadaan, fenomena, dan kejadian sekitar/pay attention serta banyak membaca buku.

2. drafting

    mulai menulis naskah buku sesuai dengan apa yang disukai/pasion, boleh dalam bentuk artikel, cerpen, puisi, novel, dan sebagainya.

3. revisi

    Setelah naskah selesai lakukan revisi naskah, mana yang dicantumkan, mana yang perlu dibuang, dan mana yang perlu ditambahkan.

4. editting/swasunting

    Penulis melakukan pengeditan, hanya memperbaiki tanda baca, ejaan, dan kalimat.  Penulis juga permu menyunting tulisan sendiri sebelum masuk ke penerbit. Penulis dituntut untuk memiliki kemampuan bahasa yang baik dan benar sesuai dengan EBBI.

5. publikasi

    Apabila tulisan yang berupa naskah buku sudah yakin, maka masuk tahap publikasi/penerbitan buku.

Informasi tentang Penerbit

Perbedaan penerbit mayor dan indie

1. Berdasarkan jumlah cetakan

    Penerbit mayor mencetak buku secara massal, cetakan pertama sekitar 300 eksemplar atau minimal 1000 eksemplar untuk dijual di toko buku.

    Penerbit indie hanya mencetak buku apabila ada pesanan atau cetak berkala yang dikenal dengan POD (Print on Demand) yang umumnya didistribusikan melalui media online, seperti FB, twitter, WA, instragram, youtube, dll.

2. Berdasarkan Pemilihan Naskah yang Diterbitkan

    Penerbit mayor harus melewati beberapa tahap/prosedur sebelum menerbitkan sebuah naskah dan penerbit ini ekstra hati-hati dalam memilih naskah yang akan diterbitkan dan tidak berani mengambil risiko untuk menerbitkan setiap naskah yang mereka terima. Penerbit ini memiliki syarat yang ketat, harus memiliki selera pasar dan tingginya tingkat penolakkan.

    Penerbit indie tidak menolak naskah sebagai sebuah karya yang layak diterbitkan.Tidak melanggar Undang-Undang Hak Cipta karya sendiri, tidak plagiat, tidak menyinggung unsur SARA dan pornografi, naskah tersebut pasti akan diterbitkan.

3. Profesionalitas

    Penerbit Mayor  tentunya profesional dengan banyaknya dukungan SDM di perusahaan mereka.

    Penerbit indie juga profesional  tapi sering disalah artikan. Sering kali anggapan bahwa buku di penerbit indie asal-asalan. Asal cetak, jadi jual. Sebagai penulis harus jeli  memilih siapa yang akan menjadi penerbit buku. Jangan tergoda dengan paket penerbit dengan harga murah tapi belum jelas kualitasnya. Mutu dan manajemen pemasaran bisa menjadi salah satu penilaian untuk menentukan penerbit.

4. Waktu Penerbitan

    Penerbit mayor akan mengonfirmasi, bahwa sebuah naskah akan diterima atau ditolak dalam kurun waktu satu sampai tiga bulan. Apabila naskah diterima ada giliran dan waktu terbit yang bisa cepat dan tidak, mengingat penerbit mayor adalah sebuah penerbit dalam skala besar yang melalui alur kerja yang banyak. Bersyukur apabila buku lebih cepat didistribusikan di semua toko buku. Namun, apabila dalam waktu yang ditentukan penjualan buku tidak sesuai target, maka buku akan dilepas oleh distributor dan ditarik kembali oleh penerbit.

    Penerbit indie akan memproses sesegera mungkin naskah yang diterima dengan cepat dalam hitungan  minggu, buku sudah bisa diterbitkan. Penerbit indie memang tidak memperdulikan selera pasar dan tidak banyak tuntutan. Penerbit indie akan menerbitkan karya yang penulisnya yakin bahwa karya tersebut adalah karya terbaiknya.dan layak untuk diterbitkan sehingga penerbit indie tidak memiliki petimbangan rumit untuk menerbitkan buku.

5. Royalti

    Penerbit mayor pada umumnya mematok royalti penulis, maksimal 10% dari jumlah total penjualan. Biasanya dikirim kepada penulis setelah mencapai angka tertentu atau setelah tiga samapi enam bulan penjualan buku.

    Penerbit indie umum royaltinya berkisar 15 - 20% dari harga buku. Dipasarkan atau dijual oleh penulis melalui FB, instagram, wa grup, twitter, dan melalui media sosial lainnya.

6. Biaya Penerbitan

    Penerbit mayor tidak memungut biaya penerbitan atau gratis, itulah sebabnya tidak langsung menerbitkan buku. Penerbit mayor memiliki pertimbangan dan tuntutan yang banyak untuk menerbitkan sebuah buku karena apabila buku tersebut tidak laku terjual, kerugian hanya ada di pihak penerbit.

    Penerbit indie menentukan biaya penerbitan sesuai dengan aturan masing-maing penerbit karena pelayanan dan kualitas buku yang diterbitkan tidak sama.


Mengenai CV Kamila Press Lamongan

CV Kamila Press Lamongan melayani cetak buku dengan jasa ISBN, editing, lay out, dan design cover buku dengan harga yang terjangkau. Beralamat di Jalan A. Yani Ds. Tianak RT04 RW03, Kecamatan Kedungpring, Lamongan 62272, Email gusmukminin@gmail.com, FB Cakinin Mukminin Arminareka, IG @cakininarminareka, WA 0813 3094 4498.

Syarat-syarat penerbitan di CV Kamila Press Lamongan

1. Kirim naskah lengkap dan boleh ditambahkan dengan endors dari pakar/ahli.

2. Kertas A5 ukuran 14,8 x 12 cm, spasi 1.15, ukuran font 11, margin kiri-kanan-atas dan bawah 2 cm, huruf Arial, calibri, atau cambria, masukkan dalam satu file, kirim ke email/wa Cak Inin.

3. Cover buku, boleh di buat oleh penulis atau penerbit sesuai dengan kesepakatan.

4. Harga penerbitan buku sewakru-waktu bisa berubah. Harga ditentukan berdasarkan jenis kertas dan ukurannya, jumlah halaman, dan jumlah buku yang akan dicetak.

Contoh buku dan cover hasil penerbitan CV Kamila Press Lamongan





Tiada kata terlambat untuk menulis dan terbitkan buku, tulislah segera apa yang Anda suka, Anda dengar, Anda lihat, Anda rasakan untuk berbagi kebaikan (Cak Inin)

Torehkan penamu dari jejak kakimu, siapa tahu jadi penolongmu (Cak Inin)

Kalau Anda ingin panjang umur, maka menulislah (Cak Inin)

Salam literasi

Koneksi Antarmateri- Modul 3.1

Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin Oleh                : Farida Haryati PGP                 : Angkata...